Apakah Anda ingin udara segar dan sehat di rumah? Ikuti 4 kiat ini, ayo!

Posted on

Kualitas udara di rumah menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan saluran pernapasan Anda. Apalagi jika Anda sangat sensitif dengan udara kotor atau punya masalah pernapasan, kebersihan udara di rumah tentu harus diutamakan. Jangan bingung untuk meningkatkan kualitas udara di rumah, simak ulasannya berikut ini supaya Anda bisa bernapas lebih baik.

Kiat meningkatkan kualitas udara di rumah

Setiap hari terpapar udara kotor di luar rumah pasti membuat paru Anda kewalahan. Untuk itu, Anda harus memerhatikan kebersihan udara di rumah. Ikuti langkah-langkah berikut ini supaya udara di rumah jadi lebih bersahabat untuk paru Anda.

1. Pasang ventilasi di ruangan yang tepat dan buka jendela

Ventilasi dibuat untuk mengurangi kelembapan udara di dalam rumah. Buat ventilasi di tempat-tempat tertentu seperti kamar, kamar mandi, dan dapur. Adanya ventilasi memungkinkan uap keluar dari kamar mandi sehingga mencegah pertumbuhan jamur. Ventilasi juga memungkinkan adanya pertukaran udara dan mengurangi tingkat nitrogen dioksida yang dihasilkan dari kompor gas.

Udara luar rumah memang bisa membuat rumah jadi berdebu. Namun, jangan salah, membuka jendela di pagi hari bisa menyegarkan udara di dalam rumah sekaligus mengurangi kelembapan udara dengan adanya cahaya yang masuk. Siasatnya, nanti setelah menutup jendela, baru Anda bisa menyapu atau mengepel lantai.
2. Pelihara tanaman hias
Sumber: Grazi Daily

Tidak seperti bunga plastik, tanaman hias bukan hanya mempercantik rumah Anda, tapi juga membuat udara di dalam rumah jadi lebih bersih. Ini bisa jadi alternatif jika rumah Anda tidak cukup banyak ventilasi atau ingin lebih hemat dengan tidak memakai humidifier.

Ada beberapa tanaman pembersih udara yang bisa Anda taruh di sudut ruangan, rak dinding, atau menggantung di dekat jendela. Misalnya tanaman palem, bunga lili, spider plant (bulu ayam), lidah buaya, atau pakis. Tanaman-tanaman tersebut dapat menyingkirkan karbon dioksida sehingga oksigen jadi lebih banyak. Bahkan tanaman tersebut berpotensi mengurangi zat kimia dari kompor gas.
3. Rutin membersihkan rumah

produk pembersih rumah

Meski Anda sibuk, jangan sampai lupa untuk membersihkan rumah di hari libur. Mulai dari menyapu, mengepel, menjemur bantal atau guling, sampai mencuci selimut dan kain gorden. Jangan lupa untuk membersihkan penyaring udara pada AC setidaknya 3 bulan sekali, juga bersihkan baling-baling kipas angin dari debu yang menempel.

Selain itu, pilih produk pembersih rumah yang bebas dari bahan kimia keras yang dapat memicu asma atau alergi. Baca label produk mengenai cara penggunaan dan juga penyimpanannya. Hindari penggunaan produk penyegar udara yang mengandung VOC seperti bensol, aseton, etanol, atau karbon disulfida yang mengganggu sirkulasi udara pada hidung dan juga tenggorokan. Anda bisa menggunakan bahan pembersih rumah tangga dari bahan alami misalnya garam, atau baking soda.
4. Pastikan rumah bebas dari sampah

membersihkan kulkas

Sisa makanan, tisu toilet, dan bungkus makanan yang menumpuk di tempat sampah harus rajin Anda buang. Jangan sampai sampah-sampah tersebut tersimpan lama. Makanan yang membusuk bisa menimbulkan bau tidak sedap dan mengganggu kelegaan napas Anda.

Bau busuk dan kotoran bisa mengundang kecoa. Bukan hanya kotorannya, kecoa yang telah mati bisa terurai bisa mengotori udara dan memicu alergi. Jangan lupa untuk memeriksa makanan yang sudah lama disimpan di kulkas untuk segera dimakan atau dibuang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *